Penandatanganan Nota Kesepatakan BKS Utara–Utara dengan Dirjen Perikanan Budidaya KKP

rahmat, 12 Oct 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

BUOL-Nota Kesepakatan dijalin antara Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Badan Kerjasama Utara – Utara (BKSU) yang merupakan wadah koordinasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Buol, Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango, Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongodow Utara dan Universitas Negeri Gorontalo..sabtu(12/10/2019)

Nota Kesepakatan ini bertujuan untuk mendorong percepatan pembangunan kawasan perikanan budidaya dan pemanfaatan sumberdaya perikanan budidaya secara berkelanjutan di wilayah kerja BKSU.

Ruang lingkup kesepakatan meliputi diantaranya peningkatan produksi komoditas perikanan budidaya, penataan kawasan perikanan budidaya, pendampingan teknologi perikanan budidaya dan pengembangan usaha pembudidayaan ikan melalui pola kemitraan.

Seluas 10 ha tambak akan dibangun untuk percontohan model kawasan budidaya udang berkelanjutan dengan konsep klasterisasi di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Percontohan tersebut sebagai stimulan pemanfaatan potensi tambak melalui usaha budidaya udang berkelanjutan dan berkualitas guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Budidaya udang vaname merupakan salah satu program unggulan BKSU selain pengembangan sapi potong dan pariwisata. Pemilihan program dan komoditas didasarkan pada kesamaan potensi dan komoditas unggulan kabupaten anggota kerjasama utara utara tersebut.

KKP berperan memberikan dukungan seperti alat berat excavator untuk rehabilitasi infrastruktur tambak, penyusunan DED, program PITAP atau perbaikan irigasi tambak melalui partisipasi masyarakat, pendampingan teknis, serta pemenuhan kebutuhan benih bermutu.

Pengembangan klaster kawasan budidaya sejalan dengan komitmen KKP untuk mendorong pengembangan perikanan budidaya secara berkelanjutan baik dari aspek lingkungan, ekonomi dan sosial. Disamping itu, sistem klaster akan mengubah pengelolaan usaha budidaya tambak dari parsial menjadi klasterisasi.

Pengembangan budidaya melalui sistem klaster memiliki manfaat diantaranya adalah, efisiensi input produksi sehingga akan meningkatkan daya saing harga di pasar, memudahkan dalam manajemen, meminimalisir terjadinya penyakit, memudahkan dalam transfer teknologi dan memudahkan peningkatan kelembagaan pembudidayaan yang terlibat.

Selain di Buol, KKP telah membangun beberapa kawasan percontohan budidaya udang berkelanjutan dengan konsep klasterisasi di beberapa daerah seperti Desa Paloh Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, Desa Sarjo Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat, dan Desa Sejoli Kabupaten Parigi Motutong Sulawesi Tengah.**

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu